Seminar NGOPI: Ngobrol Perihal Inspirasi, Pengelolaan Kelapa Menjadi VCO

15 Agustus 2023
KKN UPI
Dibaca 171 Kali
Seminar NGOPI: Ngobrol Perihal Inspirasi, Pengelolaan Kelapa Menjadi VCO

Pada hari Selasa (15/08/2023) Mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Indonesia telah melaksanakan kegiatan "NGOPI: Ngobrol Perihal Inspirasi" dengan tema "Pengembangan Potensi Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’s". Kegiatan yang dilaksanakan berupa seminar dengan pembahasan bagaimana mengelola kelapa menjadi VCO (Virgin Coconut Oil). Seminar dihadiri oleh ibu-ibu kader dari posyandu dan PKK se-desa Pananjung yang berjumlah 46 orang.

Dalam seminar ini, salah satu mahasiswa KKN UPI Desa Pananjung 2023 yang bernama Ilhan Hardi Juliawan berkesempatan untuk menjadi pembicara dan sharing mengenai VCO. Seminar dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangan potensi yang dimiliki oleh desa seperti adanya komoditas kelapa di desa tersebut agar masyarakat dapat produktif dan menghasilkan suatu produk yang bernilai untuk ekonomi kreatif.

Apa itu VCO?

VCO (Virgin Coconut Oil) atau non-kopra adalah minyak murni yang dibuat tanpa pemanasan menggunakan daging buah kelapa segar. Minyak ini tidak berwarna dan mempunyai aroma yang harum dan khas, sering dijadikan bahan baku industri pangan, kosmetika, dan farmasi, selain itu minyak ini mempunyai kandungan asam laurat yang sangat tinggi (45–55%). 

Kementerian Kesahatan menyimpulkan bahwa VCO dapat bermanfaat untuk mengatasi diabetes, mengatasi penuaan dini dan anti kerut, dan masih banyak lagi. Kemudian, VCO juga dapat diolah menjadi olahan pangan seperti margarin, mayonais, biskuit, dan lain-lain.

Apa yang membedakan minyak biasa dengan VCO?

  1. Metode pembuatan, minyak biasa terbuat dari kopra yang dikeringkan sedangkan VCO merupakan hasil ekstraksi dari santan.
  2. Penampilan, minyak biasa biasanya berwarna kuning sedangkan VCO biasanya berwarna bening.
  3. Rasa dan aroma, VCO wanginya lebih segar dibandingkan minyak kelapa biasa.
  4. Kegunaan, Minyak biasa dengan titik asap sebesar 232 derajat digunakan untuk menggoreng/menumis dan juga perawatan tubuh karena aromanya yang sedap. VCO dengan titik asap sebesar 1776 derajat dapat digunakan untuk memanggang. 
  5. Nutrisi, minyak biasa memiliki lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan VCO yang mengandung kolesterol baik dan jumlah asam yang lebih sedikit.