Tabuhan Terbangan Menjadi Jejak Warisan Budaya Yang Terus Hidup di Dusun Bojongjati, Desa Pananjung
Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Bojongjati, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, masih mempertahankan salah satu tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun, yaitu seni Janeng. Janeng dilaksanakan secara rutin setiap malam Sabtu di Masjid Miftahussalim, tepatnya di RW 04 Dusun Bojongjati. Kesenian ini bukan hanya menjadi media hiburan bernuansa Islami, tetapi juga menjadi simbol persatuan, identitas budaya, dan sarana dakwah yang terus hidup di tengah masyarakat.
Alat musik utama berupa terbangan dan diperkirakan telah berusia kurang lebih seratus tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa tradisi ini telah diwariskan lintas generasi dan masih terus dijaga hingga saat ini. Selain terbangan berukuran besar, terdapat pula alat musik berukuran lebih kecil yang dikenal dengan nama empul. Seluruh alat dibuat menggunakan bahan-bahan alami, seperti kayu wangkal, kayu nangka, bambu sebagai pengganti paku, serta kulit sapi sebagai membran utama. Kulit tersebut biasanya diganti apabila mulai retak atau mengalami kerusakan, dengan rata-rata masa pakai sekitar satu tahun.
Dalam kesenian Janeng, syair-syair shalawat memiliki makna yang mendalam. Isi shalawat mengandung pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, sekaligus berisi nasihat kehidupan, pengingat tentang akhir zaman, serta ajakan untuk senantiasa meningkatkan keimanan. Pembacaan shalawat biasanya dipimpin oleh seorang kiai, sehingga pertunjukan Janeng tidak hanya bernilai seni, tetapi juga menjadi media pendidikan spiritual bagi masyarakat.
Pelestarian tradisi Janeng di Bojongjati menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap warisan budaya leluhur. Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap bertahan karena didukung oleh partisipasi masyarakat, tokoh agama, dan para pelaku seni yang terus menjaga keberlangsungannya. Oleh karena itu, Janeng tidak hanya menjadi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi identitas budaya masyarakat Bojongjati yang mengandung nilai religius, kebersamaan, serta semangat menjaga kearifan lokal agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Penulis: M. Bagas Kurniasih
Penyunting: Maria Artauli Sitorus
KKN ISBI Bandung 2026
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin