Menghidupkan Seni dan Budaya di Ruang Kelas: Implementasi KKN Mahasiswa ISBI Bandung di Desa Pananjung, Pangandaran
Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Pananjung. Salah satu program kerjanya adalah kelas mengajar di SDN 02 Pananjung dan SMPN 01 Pangandaran, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah sekaligus menghadirkan materi dan metode pembelajaran yang lebih variatif sesuai dengan latar belakang keilmuan mahasiswa. Antusiasme siswa terlihat sejak awal pembelajaran, karena mereka mendapatkan pengalaman belajar yang interaktif dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, kontribusi diberikan berdasarkan bidang keilmuan masing-masing. Mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan materi Perubahan Sosial Budaya dan Lokalitas di Era Globalisasi. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diajak memahami bagaimana budaya menjadi salah satu kontrol sosial yang mengalami perubahan fungsi. Lalu arus globalisasi yang memengaruhi kehidupan masyarakat, baik dari segi budaya, teknologi, maupun pola interaksi sosial. Serta mengingatkan kembali pentingnya menjaga identitas dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Selain itu, mahasiswa Antropologi Budaya juga mengajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) dengan materi Bhinneka Tunggal Ika, yang menanamkan nilai persatuan dan toleransi terhadap keberagaman suku, agama, serta budaya di Indonesia.
Di bidang seni, mahasiswa Program Studi Seni Tari memperkenalkan berbagai gerak tari tradisional serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa melalui latihan yang menyenangkan melalui ekstrakurikuler. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Seni Rupa Murni dan Karawitan mengajar mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) sekaligus ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Melalui pembelajaran tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal, memainkan, dan melestarikan seni musik tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Tak ketinggalan, mahasiswa Program Studi Teater turut berkontribusi dengan membimbing kegiatan ekstrakurikuler public speaking. Dalam kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat secara runtut, serta membangun rasa percaya diri melalui berbagai latihan komunikasi dan penampilan.
Melalui rangkaian kegiatan kelas mengajar dan ekstrakurikuler tersebut, mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tidak hanya berbagi ilmu sesuai bidang keahliannya, tetapi juga berperan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Melalui kegiatan kelas mengajar ini, diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang inspiratif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya, keberagaman, dan potensi lokal sebagai bekal menghadapi tantangan era globalisasi.
Penulis: Salsabila Putri Dinanti
Penyunting: Maria Artauli Sitorus
KKN ISBI Bandung
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin